Musyker II MWCNU Lebak, Ketua PCNU Bawean Dorong Lahirnya Program Strategis dan Penguatan Ekonomi Umat

Berita23 Dilihat

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean, KH Muhammad Fauzi Rauf, mendorong MWCNU Lebak untuk melahirkan program-program strategis yang mampu memperkuat organisasi sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang ekonomi keumatan.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Kerja (Musyker) II MWCNU Lebak yang digelar di Madrasah Diniyah Ula (MDU) Raudlatur Jannah, Dusun Madhe, Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Ahad (31/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Jam’iyyah yang Solid, Jamaah yang Produktif, dan Masyarakat yang Agamis” itu menjadi forum penyusunan program kerja MWCNU Lebak untuk satu tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Kiai Fauzi mengapresiasi pelaksanaan Musyker sebagai bagian dari komitmen pengurus dalam menjalankan mekanisme organisasi.

“Saya mengucapkan terima kasih karena MWCNU Lebak telah melaksanakan kewajiban organisatoris. Musyker ini merupakan forum untuk menyusun rencana kerja satu tahun ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari tertibnya administrasi dan tata kelola kelembagaan.

“Dalam organisasi, administrasi itu penting. Tanda organisasi hidup adalah ketika administrasinya berjalan dengan baik,” katanya.

KH Fauzi mengingatkan agar pembahasan dalam Musyker tetap berpedoman pada hasil konferensi MWCNU yang telah disepakati sebelumnya. Ia berharap forum tersebut mampu menetapkan program prioritas yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan warga Nahdliyin di wilayah Lebak.

Selain penguatan kelembagaan, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor ekonomi sebagai salah satu pilar kemandirian organisasi. Menurutnya, MWCNU Lebak memiliki potensi besar untuk mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap di MWCNU Lebak juga ada BMTNU seperti di Tambak. BMTNU Tambak mendapatkan apresiasi dari PWNU Jawa Timur. Saya berharap ada keputusan strategis yang dapat mengembangkan NU, baik di bidang ekonomi maupun bidang lainnya sesuai potensi yang dimiliki MWCNU Lebak,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Lebak, Kiai Ruhan, berharap Musyker II menjadi momentum untuk membangkitkan semangat pengurus dalam membesarkan organisasi.

Ia mengajak seluruh pengurus menerapkan budaya kerja yang terencana melalui prinsip “rencanakan kerjamu, kerjakan rencanamu, laporkan hasilmu” agar program organisasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain agenda musyawarah kerja, panitia juga menggelar khitanan massal gratis sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Ketua Panitia, Kiai Ilyas, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya NU untuk terus hadir dan memberikan manfaat langsung bagi umat.

Musyker II MWCNU Lebak dihadiri jajaran pengurus PCNU Bawean, pengurus MWCNU Lebak, PRNU se-Kecamatan Sangkapura wilayah Lebak, PAC GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, perwakilan MUI Sangkapura, serta pengurus MWCNU Sangkapura dan MWCNU Daun.

Melalui forum tersebut, MWCNU Lebak diharapkan mampu merumuskan program-program prioritas yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Nahdliyin di Pulau Bawean.

 

Pewarta: Saiful Hasan