Haul Akbar KH Subhan ke-48 di Daun, Ratusan Jamaah Kenang Jejak Keilmuan Ulama Bawean

Berita21 Dilihat

Ratusan jamaah menghadiri Haul Akbar KH. Subhan ke-48 dan Masyayikh se-Desa Daun yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Darussalam bersama Jamaah Sholawat Bawean di Halaman MTs/MA Darussalam, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. Selasa malam (2/6/2026).

Acara tersebut dihadiri Ketua PCNU Bawean beserta Rais Syuriyah, unsur Forkopimcam Sangkapura, Ketua MUI Sangkapura, para pengasuh pondok pesantren se-Bawean, tokoh masyarakat, alumni, santri, santriwati, serta ratusan jamaah dari berbagai daerah di Pulau Bawean.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin oleh KH Ahsanul Haq, dilanjutkan tahlil yang dipimpin KH Sholahuddin Pancor, pembacaan sholawat bersama Jamaah Sholawat Bawean, sambutan panitia, mauidzah hasanah oleh KH M. Najib Muhammad (Gus Najib), dan ditutup doa oleh Rais Syuriyah PCNU Bawean KH Zubaidi Humaili.

Ketua Pelaksana, Abdul Mujib Arsyad, S.S., menyampaikan bahwa KH. Subhan merupakan salah satu ulama besar Bawean yang memiliki pengaruh luas dalam bidang keilmuan Islam. Menurutnya, pada tahun 1928 KH. Subhan bersama sejumlah kiai Bawean lainnya telah menuntut ilmu di Makkah, sebuah perjalanan yang menunjukkan semangat keilmuan luar biasa pada masa itu.

Selain dikenal sebagai sosok alim dan berwawasan luas, KH. Subhan juga dikenang masyarakat karena berbagai kisah karamah yang melekat pada dirinya. Salah satu kisah yang masih sering dituturkan masyarakat adalah kedatangan seseorang dari Jawa yang ingin meminjam ijazah keilmuan beliau. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan karena KH. Subhan memandang bahwa ilmu dan ijazah harus dijaga serta diamalkan dengan penuh tanggung jawab.

“KH. Subhan dikenal sebagai ulama yang memiliki intelektualitas tinggi dan dedikasi besar dalam mengembangkan pendidikan Islam. Melalui Haul Akbar ini, kami berharap masyarakat dapat mengenal lebih dekat perjuangan beliau, meneladani akhlak dan semangat keilmuannya, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kecintaan kepada ilmu dan ajaran Islam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keluasan ilmu dan kapasitas akademik KH Subhan membuat namanya dikenal luas di kalangan ulama. Selain itu, masyarakat juga mengenang berbagai kisah keteladanan dan karamah yang melekat pada sosok ulama asal Bawean tersebut.

“KH Subhan dikenal sebagai ulama yang memiliki intelektualitas tinggi dan dedikasi besar dalam mengembangkan pendidikan Islam. Melalui Haul Akbar ini, kami berharap masyarakat dapat mengenal lebih dekat perjuangan beliau, meneladani akhlak dan semangat keilmuannya, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kecintaan kepada ilmu dan ajaran Islam,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madienah Denanyar, Jombang, KH M. Najib Muhammad atau Gus Najib menyampaikan tausiah tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dan para ulama sebagai pewaris perjuangan Nabi.

Menurut Gus Najib, keberhasilan para ulama dalam membimbing umat tidak terlepas dari keteladanan akhlak yang mereka warisi dari Nabi Muhammad SAW. Sikap jujur, amanah, rendah hati, sabar, dan penuh kasih sayang menjadi fondasi utama dalam berdakwah dan membangun kehidupan masyarakat.

“Akhlak Nabi Muhammad SAW adalah warisan terbesar yang harus dijaga umat Islam. Para ulama terdahulu mampu menjadi panutan karena mereka menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan,” tuturnya.

Gus Najib juga menegaskan bahwa kemuliaan seorang ulama tidak terletak pada karamah yang dimiliki, melainkan pada ilmu yang diajarkan dan manfaat yang diberikan kepada umat. Menurutnya, para sahabat Nabi lebih mengutamakan istiqamah dalam menjalankan sunnah daripada mengejar karamah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui lantunan sholawat semata, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Jika kita ingin mendapatkan keberkahan hidup, maka dekatilah para ulama, cintailah ilmu, dan hiasi diri dengan akhlak Rasulullah SAW. Itulah warisan terbesar yang ditinggalkan Nabi kepada umatnya,” imbuhnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan haul sebagai sarana mengambil pelajaran dari kehidupan para ulama, bukan sekadar mengenang mereka yang telah wafat. Menurutnya, nilai-nilai keilmuan, adab, dan perjuangan yang diwariskan para ulama harus terus dilestarikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Haul Akbar tersebut menjadi pengingat bahwa warisan terbesar para ulama bukan hanya nama yang dikenang, melainkan ilmu, akhlak, dan keteladanan yang terus hidup di tengah masyarakat. Semangat itulah yang diwariskan KH Subhan kepada generasi Islam Bawean hingga saat ini.

 

Pewarta: Saiful Hasan