Semangat Khidmah Tak Pernah Surut, Bapak Ir. Syariful Mizan Tetap Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di Tengah Kondisi Sakit

Berita25 Dilihat

Semangat pengabdian kepada Nahdlatul Ulama kembali ditunjukkan oleh Bapak Ir. Syariful Mizan. Meski saat ini tengah berada dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, beliau tetap berkenan hadir dalam kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama di Bawean.

Kehadiran beliau di tengah keterbatasan fisik menjadi bukti nyata bahwa khidmah kepada jam’iyah tidak mengenal batas usia maupun keadaan. Bagi banyak kader dan warga Nahdliyin, sosok Bapak Ir. Syariful Mizan merupakan teladan dalam dedikasi, loyalitas, dan kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama yang telah beliau tunjukkan selama bertahun-tahun.

Selain dikenal sebagai mantan Ketua Tanfidziyah PCNU Bawean, beliau juga merupakan salah satu agniya’ Nahdliyin yang senantiasa memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan oleh PCNU Bawean maupun LAZISNU PCNU Bawean. Dukungan tersebut tidak hanya berupa pemikiran dan motivasi, tetapi juga kontribusi nyata demi kemajuan gerakan sosial, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat yang diusung oleh Nahdlatul Ulama.

Semangat dan loyalitas yang ditunjukkan oleh beliau diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Nahdlatul Ulama untuk terus aktif dalam pergerakan organisasi, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta berkhidmat dengan penuh keikhlasan demi kemajuan umat dan bangsa.

Di Bawean sendiri, Bapak. Ir. Syariful Mizan bukanlah satu-satunya agniya’ yang memiliki perhatian besar terhadap perjuangan NU. Masih banyak sosok dermawan Nahdliyin yang selama ini setia mendukung berbagai program keumatan dan sosial, di antaranya BapakĀ  H. Samwil, Abdul Halim Al Hasy, Ismail Lutfi, H. Walid, H. Mahfud, H. Marsyai, serta H. Anol.

Keberadaan para agniya’ tersebut menjadi salah satu kekuatan besar Nahdlatul Ulama dalam menjalankan berbagai program pelayanan umat. Sinergi antara para penggerak organisasi, kader muda, dan para dermawan inilah yang menjadi modal penting untuk mewujudkan NU yang mandiri, kuat, dan senantiasa hadir di tengah masyarakat.

Semoga semangat khidmah yang telah dicontohkan oleh Bapak Ir. Syariful Mizan dan para agniya’ Nahdliyin lainnya terus menginspirasi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan, menguatkan jam’iyah, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.

Komentar