Kiai Ahmad Fathoni, asal Desa Daun kembali terpilih sebagai Rais Ifadliyah Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Muktabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Syu’biyyah Bawean dan Kiai Ahsanul Haq sebagai Katib, setelah melalui forum Musyawarah Idaroh Jatman Syu’biyyah Bawean yang ke 2, Minggu (20/07/2025).
Penetapan Rais Ifadliyah Jatman Su’biyyah Bawean ini melalui musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) Musyawarah Idaroh, yang terdiri dari 5 tokoh representasi yaitu ketua PCNU Bawean, Rais Syuriah MWCNU Kepuhteluk, Rais MWCNU Tambak, Rais MWCNU Lebak dan Rois MWCNU Sangkapura.
Sedangkan Mudir Imdla’iyyah terpilih Dr. KH Aba Abror Al Muqaddam, L.c dan Dr. Izzul Herman, M.Pd.I sebagai sekretaris, masa khidmat 2025-2029. Kegiatan ini bertempat di MINU Unggulan Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, dengan mengusung tema ‘Urgensi Thariqah Dalam Merawat Keutuhan Bangsa’. Yang dihadiri KH Moch Husnan Ali sekertaris Majlis Iftah wal Irsyad Jatman Jatim.
KH Abdul Muthalib, Mudir Awwal Imdlodiyah Jatman Jatim, mengapresiasi kepada segenap jajarannya pengurus Nahdlatul Ulama Bawean dan Pengurus Jatman yang tentunya banyak peranan penting yang menyebabkan kondisi Bawean sampai saat ini baik-baik saja.
“Atas nama pimpinan wustho Jataman Jawa Timur memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada PCNU dan Jatman Bawean dengan kondisi Bawean sampai saat ini masih tetap aman, damai dan kompak”, terangnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para Kiai yang terpilih sebagai pengurus Jatman Bawean. Dan berharap setelah dilantik nantinya ada progres kedepannya.
“Jadi pengurus jangan sampai jadi urusan. Jatman Pulau Bawean Harus Aktif dengan melakukan program kerja yang sudah ditetapkan. Diantarnya yaitu pembentukan Husniyah setiap MWCNU se Bawean, tetap melaksanakan pengajian atau kajian kitab dan menghidupkan pengajian Lailatul Ijtima’”, jelasnya.
Forum musyawarah ini dihadiri sejumlah kiai se Bawean, jajaran pengurus PCNU dan MWCNU se Bawean, pengasuh pesantren serta pengamal thoriqoh.
Setelahnya, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian Akbar dan pengijazahan oleh Kiai Husnan Ali yang dikemas dengan peringatan Tahun Baru Islam 1447 hijriah. Yang bertempat di halaman MINU Unggulan Desa Daun.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan kepada para anak yatim dan pemberian modal usaha senilai Rp3.000.000 kepada setiap MWCNU se Bawean (kambing bergilir) oleh NU-Care LAZISNU Bawean.
Penulis: Aminuddin









Komentar