Yayasan Anak Pulau yang bekerjasama dengan kementerian agama Republik Indonesia menggelar workshop penguatan konten moderasi beragama di media sosial. Peserta yang terdiri dari dilegalisi pesantren, sekolah dan Banom Nahdlatul Ulama diharapkan mampu mengelola dan memanfaatkan media sebagai penyebaran dakwah. Kegiatan ini bertempat di Aula Gedung PCNU Bawean, Kabupaten Gresik, (Selasa 17/02/2026).
KH Muhammad Fauzi, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean, menyampaikan saat membuka acara tersebut, dulu untuk menyampaikan satu berita bisa sampai berminggu-minggu. Tetapi hari ini dengan adanya media sosial suatu kejadian bisa diketahui pada saat itu juga. Meski begitu, tantangan hari ini adalah berperang di media sosial.
“Medsos ini menjadi ajang peperangan baru, siapa yang bisa menguasai medsos dia akan menguasai kehidupan, siapa yang mengusai medsos dia akan menguasai negara bahkan menguasai modal. Semuanya tergantung disitu. Bahkan beberapa negara runtuh karena pengaruh medsos. Jadi pertarungannya disitu”, ungkapnya.
Menurutnya, kemungkinan besar kalau manusia di era sekarang masih tidak memanfaatkan medsos untuk kemajuan, maka diharap agar meng-upgrade diri baik secara spiritual, moral maupun intelektual.
“Lebih parahnya lagi, jika kita yang menjadi korban medsos. Bukan memanfaatkan tapi justru dimanfaatkan oleh medsos”, katanya.
Sementara itu, M Rofi’i, Kepala Biro NU Online Jatim sekaligus salah satu narasumber dalam agenda tersebut memaparkan untuk bisa menguasai media sosial maka harus bisa memahami cara kerjanya.
“Mulai sekitar tahun 2017 an, kita mulai dikenalkan munculnya artis-artis terkenal sebagai kreator youtuber. Kemudian Youtuber mulai tenggelam gantilah dengan Selebgram dan saat ini yang lagi trand adalah Tiktoker. Ini adalah salah satu contoh media sosial yang harus kita pahami. Bagaimana cara kita berdakwah di media sosial kalau kita tidak paham dengan alatnya”, jelasnya.
Selain itu, lanjut Rofoi’i, “tantangan kita hari ini selain google dan media sosial dan kedepan adalah AI. Kalau kita tidak bisa merespon tantangan itu maka kita siap-siap tergilas oleh zaman”, tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini, hadir juga sebagai narasumber Nur Syarifuddin ketua Pergunu Bawean, Budi Nur Isnaini Ketua Gusdurian Bawean Dan Kepala KUA Kecamatan Tambak K Ali Masyhar.
Penulis: Aminuddin









Komentar